Prediksi Trend Kandungan Skincare 2022


Prediksi Trend Kandungan Skincare 2022 image

Jakarta, Desember 2021 — Sejak tahun 2021, skinimalism (atau skin minimalism) mulai meraih popularitas. Basic skincare yang terdiri dari cleansing, moisturizing, protecting, dan correcting mulai dianut karena sederhana dan memiliki landasan logis untuk dipraktikkan. Kita tidak lagi ingin menggunakan 7-10 rangkaian skincare yang mengonsumsi banyak waktu saat diaplikasikan ke wajah. Karena alasan inilah, trend skinimalism akan terus populer di tahun 2022. Semakin sedikit produk yang diaplikasikan, semakin penting pula kita memerhatikan kandungannya. Berikut adalah prediksi trend kandungan skincare di tahun 2022 yang penting kamu ketahui karena memiliki banyak manfaat:

 

  1. Asam traneksamat

Pencarian informasi mengenai asam traneksamat di web mengalami kenaikan hingga 25% dalam tahun terakhir dan diprediksi akan terus meningkat. Pembahasan mengenai keuntungan dari kandungan ini sangat populer di social media dan telah dilihat oleh lebih dari 1,4 juta orang. Kami berdiskusi dengan dua orang dokter spesialis dermatologi dan venereologi (atau dahulu dikenal sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin) bernama dr. Rizky Lendl Prayogo, SpDV dan dr. Sonia Hanifati, SpDV. Dokter yang kerap disapa Rizky/Lendl ini menjelaskan bahwa asam traneksamat adalah obat yang telah lama digunakan untuk menghentikan perdarahan. Mengingat perannya terhadap pembuluh darah, asam traneksamat topikal (oles) memberikan hasil yang baik pada rosasea (kelainan kulit wajah yang ditandai oleh wajah mudah merah) dan eritema pasca akne (kemerahan yang timbul pasca jerawat). Sonia menambahkan bahwa telah terdapat berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa asam traneksamat dapat menghambat proses pembentukan pigmen melanin di kulit. “Penggunaan oles dalam konsentrasi 2-5% secara tunggal atau kombinasi terbukti dapat memperbaiki tampilan melasma (flek), hiperpigmentasi pasca inflamasi (bercak coklat pasca peradangan), dan mencerahkan wajah dalam 4-12 minggu dengan profil keamanan yang baik”, imbuhnya.

 

  1. Niacinamide

Niacinamide sebenarnya bukan merupakan kandungan baru dalam skincare. Telah ada banyak produk skincare di pasaran yang mengandung zat tersebut dalam berbagai konsentrasi. Rizky yang berpraktik di Bamed Health Care, Dermatoven Clinic Pondok Indah, dan Siloam Hospital TB Simatupang memaparkan bahwa niasinamid dalam konsentrasi 2-5% memiliki banyak efek menguntungkan di kulit, yaitu antiradang, mengendalikan kadar minyak/sebum, mencerahkan kulit, antimikroba, memperbaiki skin barrier, fotoprotektif, dan antioksidan. Niacinamide dalam konsentrasi yang lebih tinggi berisiko untuk membuat wajah tampak kemerahan. Beliau juga menambahkan bahwa zat tersebut dapat digunakan sebagai salah satu terapi pilihan jerawat. Mengingat banyaknya manfaat yang dimiliki dan pandemi COVID-19 yang belum usai dalam kurun  waktu dekat sehingga kejadian maskne (mask acne) akan terus bertambah, kami memprediksi bahwa niacinamide akan terus mengalami kenaikan popularitas di tahun mendatang.

 

  1. Chromabright®

Masalah pigmentasi, misalnya flek, bekas jerawat berwarna kecoklatan, warna kulit yang tidak merata merupakan masalah utama yang dialami people of color (termasuk di antaranya etnis Asia, Afrika, dan Hispanic). Inilah alasan mengapa zat ini akan mengalami kenaikan trend di tahun 2022. Chromabright® memiliki nama kimia yang cukup rumit, yaitu dimethylmethoxy chromanyl palmitate. Sonia yang merupakan dokter spesialis dermatologi dan venereologi lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan bahwa zat tersebut mampu menghambat produksi pigmen melanin dan melindungi kerusakan kulit akibat pajanan sinar matahari. Beliau memaparkan bahwa pada suatu studi in vitro yang menggunakan kultur sel melanosit (sel penghasil pigmen melanin), Chromabright® memiliki efek mencerahkan 15% lebih kuat dibandingkan kojic acid. Penggunannya pada 29 perempuan Asia selama 60 hari juga terbukti mampu mencerahkan warna kulit.

  1. Prebiotic, biotic, dan postbiotic

“ Tidak hanya usus, kulit juga membutuhkan keseimbangan bakteri”, jelas Sonia. Berbagai penyakit kulit, antara lain jerawat, rosasea, dan dermatitis atopik dikaitkan dengan ketidakseimbangan bakteri normal di kulit. Inilah alasan berbagai produsen skincare berlomba-lomba membuat produk untuk memeperbaiki keseimbangan tersebut. Dalam dunia medis dikenal istilah prebiotic, biotic, dan postbiotic. Rizky melanjutkan penjelasannya bahwa yang dimaksud dengan prebiotic adalah zat yang mampu membantu pertumbuhan bakteri, misalnya jenis gula tertentu yang merupakan nutrisi untuk bakteri hidup dan berkembang biak. Biotic adalah bakteri normal kulit itu sendiri. Penggunaan biotic pada skincare cukup tricky karena bakteri tersebut mudah mati bila tidak hidup di lingkungan yang tepat. Postbiotic adalah produk hasil metabolisme bakteri, misalnya enzim, polisakarida, peptida, dan asam organik tertentu. Postbiotic memiliki banyak manfaat, antara lain mempertahankan keseimbangan bakteri kulit dan menormalkan imunitas kulit.


Untuk menjawab tingginya masalah pigmentasi yang dialami oleh orang Indonesia, The GoodChem merilis produk terbarunya, yaitu TXA Bright Catalyst Elixir yang mengandung asam traneksamat, niacinamide, Chromabright®, dan hyaluronic acid pada 10 Oktober 2021. Serum tersebut mengandung zat yang mampu bekerja secara sinergis untuk mencerahkan kulit secara merata dan menyamarkan noda hitam. Penambahan hyaluronic acid bertujuan untuk menjaga hidrasi agar kulit tetap lembap.